Bahasa Pemrograman yang Relevan pada Era Revolusi Industri 4.0

Bahasa Pemrograman yang Relevan pada Era Revolusi Industri 4.0

Bahasa Pemrograman : Globalisasi merupakan peristiwa yang tidak terelakkan. Bersamaan dengan berkembangnya globalisasi, terdapat juga perkembangan teknologi, terutama di bidang industri. Fenomena perkembangan industri tersebut biasanya disebut Revolusi Industri, yang kini telah berada pada titik Revolusi Industri 4.0.

Perkembangan tersebut membuka banyak lapangan pekerjaan baru yang sebelumnya belum pernah ada ataupun tergolong sedikit peminat.

Salah satunya yakni programmer, profesi yang menggunakan bahasa komputer untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mempermudah pekerjaan.

Semakin meningkatnya permintaan sumber daya manusia di bidang pemrograman, berbagai perusahaan turut mengembangkan berbagai bahasa pemrograman, baik yang sudah lama maupun baru muncul ke permukaan. Pada artikel berikut penulis telah merangkum berbagai bahasa pemrograman yang sering dipakai pada era Revolusi Industri 4.0.

1. Java

Java merupakan bahasa pemrograman yang tentunya banyak dikenal dan termasuk salah satu bahasa pemrograman tertua.

Meskipun tergolong tua, namun Java masih sering digunakan hingga sekarang dikarenakan berbagai alasan tertentu. Salah satunya adalah syntax pada Java yang dapat diimplementasikan di platform manapun tanpa harus menyusun ulang.

Dikarenakan fleksibilitasnya, Java dapat digunakan untuk membuat aplikasi desktop, mobile, website, bahkan untuk perangkat pintar lainnya.

2. C++ dan C#

Baik C++ dan C# merupakan bahasa permrograman yang serupa namun tak sama. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Sama seperti Java, C++ dan C# termasuk bahasa pemrograman lama(tua), tetapi fungsinya tetap krusial di masa sekarang. Keunggulan utama dari keduanya merupakan kecepatan proses dan efisiensi kode. Meskipun keduanya merupakan bahasa pemrograman yang lumayan complex sehingga membutuhkan pengalaman yang lebih, namun ketika sudah dikuasai, C++ dan C# merupakan bahasa pemrograman yang powerful.

Oleh karena kecepatan dan efisiensi proses, C++ dan C# digunakan dalam membuat aplikasi desktop dan web, serta dalam pembuatan game.

3. R

R merupakan bahasa pemrograman yang tidak tergolong baru, namun baru populer akhir-akhir ini dikarenakan relevansinya dengan pekerjaan yang memerlukan statistika.

Pemrograman menggunakan R mengutamakan visualisasi dan manipulasi data. Pada dasarnya, R merupakan bahasa pemrograman yang digunakan untuk perhitungan, sehingga biasanya digunakan untuk membuat aplikasi berbasis statistik.

Meskipun begitu, pemrograman menggunakan R sangat berbeda dasarnya dari bahasa pemrograman pada umumnya sehingga perlu dipelajari lebih lanjut.

4. Python

Python merupakan bahasa pemrograman yang serba bisa. Layaknya Java, Python dapat digunakan hampir untuk seluruh platform dan dengan berbagai macam kegunaan tanpa menyusun ulang syntax yang dimiliki.

Hal-hal tersebut dapat dicapai dikarenakan Python memiliki syntax yang sederhana, berbeda dengan Java yang memiliki syntax yang cukup panjang dan rumit.

Meskipun begitu Python jarang digunakan dalam membuat aplikasi mobile dikarenakan kurang cocok dan memerlukan skill yang benar-benar mumpuni dalam Python untuk melakukan pengembangan aplikasi mobile di Python.

5. Go Language

Bahasa pemrograman Go, biasanya disebut juga Golang merupakan bahasa pemrograman besutan Google.

Golang menawarkan berbagai fitur menarik yang up to date hingga kini, serta tergolong mudah dipelajari karena dinilai lebih sederhana daripada beberapa bahasa pemrograman lainnya.

Selain hal tersebut, Golang juga memiliki berbagai fitur yang cocok dengan kebutuhan di masa sekarang, seperti garbage collector yang unggul dan penggunaan kapasitas memori yang rendah sehingga aplikasi dapat berjalan dengan lebih lancar.

Golang merupakan bahasa yang cocok digunakan untuk pembuatan aplikasi, terutama e-commerce yang sedang berkembang pesat di era ini, dan tentunya memiliki banyak pengguna yang akan menggunakaannya secara bersamaan. Karena kelebihan tersebut, Golang telah digunakan oleh berbagai perusahaan ternama, seperti Meta(dulunya Facebook), Microsoft, Netfix, dan masih banyak lagi.

Sekian beberapa bahasa pemrograman yang sering digunakan pada era kini. Bahasa pemrograman apapun yang akan digunakan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, namun dasar dari bahasa pemrograman tersebut dapat dibilang serupa.

Maka dari itu bagi pemula dapat menggunakan bahasa manapun yang dirasa lebih mudah. Setelah mempelajari dasarnya barulah mendalami ke bahasa pemrograman lainnya sesuai minat masing-masing.

Ikuti Cara Belajar Pemrograman Terlengkap dan Terbaru di Sini

Benarkah belajar pemrograman itu sulit?

Memang sih untuk menguasainya tak akan semudah membalik telapak tangan. Tapi, asalkan mengikuti panduan yang benar dan rajin praktik, mahir di bidang pemrograman itu bukan mustahil kok.

Tidak percaya? Lihat saja nama seperti Bill Gates, pendiri Microsoft, atau Steve Wozniak, co-founder Apple. Mereka adalah orang yang sukses di dunia programming meskipun belajar secara otodidak.

Belum lagi, sebuah survey menunjukkan kalau tak kurang dari 69% dari 50 ribu programmer itu memang belajar secara mandiri, lho.

Nah, kalau Anda ingin belajar pemrograman dengan baik, mulailah dari dasar. Di artikel ini, kami akan membagikan tips belajar pemrograman dasar terlengkap. Tak perlu repot Googling sana-sini dulu.

Sudah tak sabar untuk mengetahuinya? Yuk, mulai!

Apa Itu Pemrograman?

Pemrograman adalah aktivitas membuat program komputer dengan barisan kode. Jadi, tak heran kalau aktivitas ini sering disebut sebagai coding atau ngoding.

Barisan kode yang dihasilkan bisa memberikan instruksi khusus ke komputer. Mulai dari hal simpel seperti penjumlahan dua angka, hingga hal kompleks seperti memprediksi cuaca esok hari.

Oh ya, kode tersebut mempunyai aturannya sendiri-sendiri yang disebut sebagai bahasa pemrograman. Jenisnya sendiri ada banyak dan selalu dikembangkan. Kita akan bahas bahasa pemrograman ini lebih lanjut di bawah, ya.

Nah, orang yang mampu berbahasa pemrograman dan memberikan instruksi ke komputer disebut sebagai programmer.

Jenis-Jenis Programmer

Ada beberapa jenis programmer sesuai program yang dibuat. Oleh karena itu, sebelum Anda belajar pemrograman lebih jauh, sebaiknya pelajari dulu perbedaan programmer.

Berikut beberapa jenis programmer terpopuler yang bisa Anda pilih:

1. Web Developer

Web developer bertugas untuk merancang dan membuat website. Merekalah yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tampilan website jadi menarik dan semua fiturnya berfungsi dengan lancar.

Artinya, tanggung jawab web developer tak selesai begitu website bisa diakses pengunjung. Mereka juga harus mengawasi website tersebut apabila ada masalah dan memperbaikinya.

Karena kebutuhan website semakin kompleks, muncullah beberapa jenis web developer sesuai keahliannya. Apa saja?

  • Front End Web Developer — mengurus tampilan website yang dilihat dan di klik pengunjung. Baik dari sisi desain maupun fungsionalitasnya.
  • Back End Web Developer — memastikan bahwa server dan keseluruhan sistem website berfungsi normal.
  • Full Stack Web Developer — manusia super yang paham front end dan back end sekaligus. Sangat langka populasinya dan diburu oleh banyak pihak.
  • WordPress Developer  — hanya fokus ke pengembagan website berbasis WordPress saja.

2. Software Developer

Software developer adalah orang yang merancang dan membuat perangkat lunak untuk sistem komputer. Bisa untuk sistem operasi Windows, MacOS, atau Linux.

Nah, karena saat ini pengguna Windows mencapai 76% dari seluruh pengguna komputer, tak heran kalau kebutuhan akan programmer Windows jadi lebih tinggi. Pun demikian, banyak software yang bersifat multi-platform atau bisa digunakan di berbagai sistem operasi.

Sebab, setiap versi membutuhkan keahlian dan bahasa pemrograman yang berbeda, codingnya bisa dilakukan oleh satu programmer atau lebih, tergantung skill yang dimiliki.

3. Mobile App Developer

Mobile App Developer bertugas untuk merancang dan membuat aplikasi perangkat mobile seperti smartphone dan tablet.

Dunia mobile app developer juga berkembang sangat cepat. Baik dari bahasa pemrograman yang semakin banyak atau dari kebutuhan konsumen yang semakin kompleks.

Efeknya, mobile app developer harus lincah beradaptasi agar tak ketinggalan kereta.

4. Game Programmer

Game programmer adalah orang yang melakukan coding untuk menghasilkan sebuah  video game yang nyaman dimainkan.

Dalam praktiknya, game programmer jarang bekerja sendiri. Ia akan bekerja sama dengan animator, penulis cerita, pembuat musik, dan lain. Ibarat jin dalam botol, game programmer akan mewujudkan keinginan konsep dari game yang akan dibuat menjadi sebuah produk yang baik.

Pada perkembangannya, game programmer dibagi menjadi beberapa jenis sesuai keahliannya:

  • User Interface Programmer — mendesain antarmuka (UI) game.
  • Graphics Programmer — menciptakan grafis 2-D atau 3-D.
  • AI Programmer — memastikan bahwa elemen pada game bereaksi sesuai input pemain.
  • Physics Programmer — memastikan hukum fisika dalam game yang sesuai dunia nyata.
  • Audio Programmer — mendesain dan mengimplementasikan berbagai suara pada game.
  • Engine Programmer — menciptakan engine game sebagai dasar pengembangan game.

5. Computer System Engineer

Programmer jenis ini memastikan bahwa sistem komputer di suatu perusahaan atau organisasi berjalan dengan lancar.

Artinya, semua hal yang berhubungan dengan sistem komputer —penggunaan teknologinya, keamanan, jaringan, software, hardware, dan lain sebagainya— merupakan tanggung jawabnya.

Selain itu, computer system engineer juga harus mampu melakukan maintenance, integrasi teknologi terbaru, hingga memperbaiki bagian yang rusak. Baik menggunakan software buatannya sendiri atau menggunakan hardware tambahan.

Pemrograman