Digital Forensik: Pengertian, Kegunaan, dan Tahapan

TEMPO.CO, JakartaKematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih menuai misteri. Untuk mengungkap kasus-kasus tersebut, pihak terkait kini tengah memanfaatkan teknologi forensik digital. Lantas, apa sebenarnya teknologi forensik digital dan kegunaannya?

Dikutip dari interpol.int, forensik digital merupakan cabang ilmu sejarah yang berfokus pada pengidentifikasian, tertarik, penganalisisan, dan pelaporan data terkait kegiatan kriminal yang dilakukan oleh seseorang. Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia, forensik merupakan cabang ilmu kedokteran terkait penerapan fakta medis pada masalah hukum.

Dari perspektif hukum, keberadaan bukti menjadi tidak penting dalam memberikan keputusan. Bukti tersebut diambil dari bukti elektronik, seperti komputer, telepon pintar, daftar penyimpanan, dan sejenisnya.

Digital Forensik Penting bagi Proses Hukum

Masih dikutip dari interpol.int, digital berguna untuk mengekstrak data dari bukti-bukti elektronik tersebut dan memprosesnya data intelijen sehingga dapat ditindaklanjuti dan disajikan sebagai temuan untuk menuntutan sebuah kasus hukum.

Dengan kata lain, penyidikan penyelidikan menemukan, menemukan, dan mengembalikan data-data elektronik, seperti foto, dokumen, surel, atau sejenisnya, meskipun data tersebut telah dirusak atau dihapus.

Sebab, bukti elektronik yang ditemukan oleh penyidik ​​masih mungkin rusak oleh pelaku kejahatan yang dibutuhkan tahapan yang sistematis dan agar bukti dapat dihadirkan dan diterima di pengadilan.

Mengutip laman eccouncil.org, setidaknya terdapat lima tahap utama dalam melakukan pengecekan pemeriksaan digital, yakni:

  1. Penyidik ​​melakukan pengidentifikasian guna mengetahui tempat penyimpanan bukti-bukti yang disembunyikan.
  2. Penyidik ​​melakukan pengamanan dan pengisolasian data agar tidak dirusak oleh pihak lain.
  3. Data atau bukti pemeriksaan tersebut dianalisis dan direkonstruksi ulang guna menyusun kesimpulan.
  4. Bukti tersebut dicatat dan kesalahan ulang untuk mereka tempat kejadian kejadian.
  5. Temuan bukti dan hasil dilaporkan serta dipresentasikan pada proses pengadilan.

ACHMAD HANIF IMADUDDIN

Baca juga: Forensik Digital: Berperan Besar dalam Bongkar Kejahatan Digital

Forensik Komputer