Teknologi yang Digunakan Ilmu Forensik

Teknologi yang Digunakan Ilmu Forensik

Ilmu Forensik Tidak seperti zaman dulu, kini kasus-kasus kriminal yang terjadi di masa modern lebih mudah dipecahkan berkat penemuan teknologi yang canggih. Kemajuan pesat dalam teknologi terutama dalam bidang forensik sangat memudahkan para penyidik untuk memecahkan suatu kasus kejahatan.

Peralatan forensik digunakan untuk memproses sampel dan bukti untuk memecahkan kejahatan. Mungkin ada dari kamu yang penasaran teknologi canggih seperti apa yang digunakan dalam dunia forensik. Berikut ada 12 teknologi yang digunakan dalam dunia forensik modern. Simak sampai selesai!

1. Phenom Desktop SEM

Phenom Desktop SEM merupakan mikroskop elektron canggih yang mampu mengambil gambar mikroskop dengan kualitas tinggi dan memiliki kecepatan waktu loading yang tidak tertandingi. Alat ini juga sangat mudah dimudahkan karena perangkat lunak dan perangkat kerasnya yang terintegrasi penuh.

Dalam dunia forensik, alat ini seringkali digunakan untuk mencari partikel residu tembakan. Hal ini karena alat ini dapat memberikan informasi terkait zat kimia yang terdapat pada suatu objek, baik bahan konduktif maupun bahan non konduktif.

2. Alternative Light Photography

Alternative light photography merupakan salah satu teknologi dalam bidang fotografi yang banyak dipakai dalam dunia forensik. Penggunaan filter cahaya biru dan oranye dimanfaatkan dokter forensik untuk melihat apakah memar telah terjadi di bawah permukaan kulit atau tidak.

Bukan hanya saja filter cahaya biru dan oranye, sinar ultraviolet juga digunakan untuk memeriksa tingkat keparahan memar, bekas gigitan, dan mencari jejak. Selain itu, fotografi dengan sinar inframerah juga digunakan untuk menangkap jejak darah yang sulit dilihat pada pakaian atau pada tubuh jenazah yang sudah menghitam atau dalam kondisi hangus terbakar.

3. Digital Surveillance for Gaming Equipment

Terkadang konsol game merupakan suatu barang yang dianggap remeh dalam pengumpulan barang bukti suatu kasus kriminal. Tak heran, jika sebagian penjahat menyembunyikan data terlarang di Xbox dengan harapan konsol game tidak akan dijadikan sebagai target bukti.

Namun, kini penyidik sudah jauh lebih jeli. Dengan perangkat XFT, penyidik sudah dapat menelusuri pohon direktori, daftar isi, serta membuka dan melihat file dengan sistem file Xbox. Perangkat XFT akan memberi otoritas akses ke file tersembunyi di hard drive Xbox sehingga hal ini dapat menjadi barang bukti di pengadilan.

4. Rekonstruksi wajah

Rekonstruksi wajah adalah salah satu metode dalam bidang forensik untuk mengenali kembali wajah jenazah yang kondisinya sudah sangat susah untuk dikenali. Dengan proses rekonstruksi wajah, wajah seseorang dapat diidentifikasi berdasarkan sisa-sisa kerangka mereka melalui kombinasi seni, antropologi, osteologi, dan anatomi.

Dalam proses ini, ada tiga jenis utama rekonstruksi wajah, yakni dua dimensi (cetakan foto atau gambar), tiga dimensi (patung atau gambar komputer 3D beresolusi tinggi), dan superimposisi. Meskipun hasilnya tidak selalu dapat yang paling di andalkan, rekonstruksi wajah di gunakan oleh banyak laboratorium forensik untuk menentukan penampilan korban yang terlalu rusak atau yang tubuhnya membusuk untuk membuat identifikasi visual.

5. DNA Sequencing

Dalam penyidikan suatu kasus, salah satu jejak yang paling di cari adalah DNA. DNA di gunakan untuk mengidentifikasi penjahat atau korban yang meninggalkan bukti jejak, seperti rambut atau kulit. Meskipun bukti DNA saja tidak cukup untuk mengamankan keyakinan hari ini, namun profil DNA telah menjadi standar emas dalam ilmu forensik.

Pengurutan DNA memungkinkan ilmuwan forensik untuk mengurutkan penanda STR (short tandem repeat) yang berpotensi menghasilkan peningkatan kemampuan untuk membedakan antara individu dalam campuran DNA kompleks. Selain itu, penanda alternatif seperti SNP (polimorfisme nukleotida tunggal) dapat lebih mudah di integrasikan untuk mengidentifikasi fenotipe dalam kasus yang belum terpecahkan.

6. Automated Fingerprint Identification

Identifikasi sidik jari pertama kali muncul pada tahun 1980-an. Sejak penemuannya, sistem identifikasi sidik jari otomatis (AFIS) telah menjadi pusat pekerjaan polisi dan lembaga penegak hukum lainnya di seluruh dunia. Identifikasi sidik jari memungkinkan dokter forensik untuk membandingkan sidik jari yang di temukan dengan database digital yang luas.

Melalui teknologi ini, secara dramatis meningkatkan potensi keberhasilan proses identifikasi tersangka. Kini, teknologi AFIS terus di kembangkan menjadi semakin canggih, seperti sudah ada sistem pengenalan sidik jari, antarmuka AFIS dengan sistem informasi peradilan pidana lainnya, antarmuka dengan mugshots digital dan perangkat livecan, dan penggunaan biometrik multi-modal.

7. Link Analysis Software

Link analysis software atau yang di kenal juga analisis tautan adalah metode analisis data dalam teori jaringan yang mengkaji koneksi atau hubungan antar node jaringan. Koneksi tersebut bisa berupa orang, organisasi, dan transaksi.

Dalam hal dana, perangkat lunak analisis tautan di gunakan oleh akuntan spesialis untuk melihat transaksi keuangan, profil pelanggan, dan menyoroti setiap aktivitas keuangan aneh yang di temukan. Metode ini seringkali di gunakan untuk menangkap pelaku dari kasus kejahatan, seperti penipuan dan jaringan teroris.

8. Drug Testing

Tim forensik seringkali di minta untuk mengidentifikasi suatu zat yang tidak di ketahui, baik dalam bentuk bubuk, cair atau pil. Biasanya pihak laboratorium akan menggunakan tes dugaan, seperti pengujian warna untuk menunjukkan adanya zat atau tidak. Selain itu, akan di lakukan juga tes konfirmasi, seperti kromatografi gas atau spektrometri massa yang akan secara khusus mengidentifikasi jenis zat itu.

Tes lain yang juga termasuk ialah spektrofotometri ultraviolet yang menggunakan sinar ultraviolet dan inframerah untuk melihat bagaimana zat bereaksi. Ada juga kromatografi gas yang mengisolasi obat dari bahan pencampur yang mungkin ada dan pengujian mikrokristalin.

9. LA-ICP-MS

Mungkin kamu baru pertama kali mendengar nama alat ini. Ya, LA-ICP-MS merupakan alat teknologi analitis yang kuat yang memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan analisis unsur dan isotop yang sangat sensitif yang terdapat pada sampel padat.

Cara kerja LA-ICP-MS adalah sinar laser yang di fokuskan pada permukaan sampel untuk menghasilkan partikel halus (ablasi laser). Kemudian, partikel ablasi akan di angkut ke sumber eksitasi sekunder instrumen ICP-MS untuk pencernaan dan ionisasi massa sampel. Ion tereksitasi dalam obor plasma selanjutnya akan di masukkan ke detektor spektrometer massa untuk analisis unsur dan isotop. LA-ICP-MS dapat membantu menyatukan kembali pecahan kaca terkecil, membantu dokter forensik untuk menentukan arah peluru, kekuatan tumbukan, atau bahkan jenis senjata yang di gunakan dalam suatu kasus kejahatan.

10. Investigasi kebakaran

Dalam kasus kebakaran, seringkali semua benda akan hangus terbakar tak bersisa. Hal ini tentunya akan menyulitkan pihak berwajib untuk mengidentifikasi faktor penyebab kebakaran yang terjadi. Maka, dari itulah muncul suatu metode, yakni investigasi kebakaran.

Ahli forensik menerapkan teknologi untuk memanaskan sampel yang di ambil dari tempat kejadian supaya residu dapat terpisah. Sampel ini kemudian di analisis untuk mengetahui struktur kimianya. Kemudian, akan di lakukan tes lainnya, seperti menggunakan gas nitrogen cair untuk menjebak residu yang kemudian di analisis menggunakan kromatografi gas. Hasil dari tes ini di harapkan dapat memudahkan penyidik untuk menentukan penyebab kebakaran.

11. 3D Scanner

3D scanner merupakan salah satu peralatan forensik paling mahal tetapi sangat brilian penggunaannya di TKP. Alat ini akan berputar 360 derajat sambil memotret seluruh ruangan dan benda-benda di dalamnya. Bukan hanya itu saja, alat ini juga dapat mengukur jarak dari pemindai ke dinding atau dari pemindai ke objek di dalam ruangan.

Sebelum di temukannya 3D scanner, para penyidik biasanya akan menggambar secara manual kondisi TKP. Yang seperti kita tahu sangat menyita waktu dan memerlukan keahlian menggambar yang luar biasa. Namun, berkat penemuan 3D scanner ini, proses memotret dan merekam TKP pun jauh lebih mudah dan sangat menghemat waktu.

12. Mikroskop berdaya tinggi

Mikroskopi sangat penting untuk ilmu forensik. Hal ini karena hampir semua bukti memerlukan analisis yang menggunakan mikroskop, seperti mikroskop cahaya terpolarisasi, pemindaian mikroskop elektron, spektroskopi sinar-x, atau mikrospektroskopi inframerah.

Banyak bukti yang di kumpulkan di TKP yang tidak mudah di identifikasi atau di analisis dengan mata telanjang. Maka dari itu, perlu mikroskop berdaya tinggi untuk mengidentifikasi potongan-potongan kecil barang bukti. Contoh mikroskop berdaya tinggi yang cukup populer adalah Malvern Morphologi 4-ID yang menawarkan kemampuan baru untuk mendeteksi obat palsu.

Berkat kemajuan teknologi saat ini, segala aktivitas yang berkaitan dengan dunia forensik pun semakin mudah. Hal ini tentunya akan sangat memudahkan pihak berwajib dan tim forensik untuk bisa menyelesaikan suatu kasus kejahatan

Forensik Komputer