Waspada Malware, Ini Jenis-jenisnya | Republika Online

Mewaspadai Perangkat Lunak Berbahaya (malware) perlu dilakukan. Perangkat lunak ini berbahaya, mudah menyebar dan menginfeksi lanksap digital.

Masifnya kemajuan teknologi informasi harus diiringi dengan bermedia digital. Setiap individu harus mampu mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan lunak lanskap digital, mesin pencarian informasi, aplikasi percakapan dan media sosial, hingga aplikasi dompet digital, lokapasar, dan transaksi digital.

Kemudian individu juga perlu menyadari pentingnya perlindungan data dan perangkat digital. Mewaspadai Perangkat Lunak Berbahaya (malware) misalnya. Perangkat lunak ini berbahaya, mudah menyebar dan menginfeksi lanksap digital.

“Tanpa disadar sistem dan aplikasi pada inti komputer telah dirusak. Bahkan informasi pribadi dapat diketahui dan digunakan orang lain karena aktivitas browsing yang dilakukan sehari-hari,” kata Korwil Mafindo Malang, Manajer Program DCG Indonesia, Anandito Birowo saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (28/7/2022).

Baca Juga: Sopan Santun Berinternet di Tengah Perbedaan Budaya Pengguna Media Digital

Jenis malware beragam. Virus merupakah salah satu jenis malware yang punya kemampuan memanipulasi data, menginfeksi, mengubah, dan merusak sebuah program komputer. Ada juga Advetorial Software (Adware). Perangkat lunak ini menampilkan unduhan iklan tanpa izin dan menampilkan tanda pada antarmuka pengguna program saat terhubung ke internet.

Adware, menurut Anandito, berbentuk seperti iklan pop-up yang ada di suatu situs. Sekarang ini beberapa iklan dibuat untuk mencari keuntungan situs web. Namun, ada iklan yang mengandung malware atau program bahaya.

Kemudian, software spionase (spyware) menjadi jenis malware yang perlu diwaspadai pengguna internet. Aplikasi ini dapat membocorkan data dan informasi perilaku atau kebiasaan pengguna. Biasanya spyware sering memakan bandwidth internet dengan pop up yang muncul dalam konten. Sehingga koneksi internet terus berjalan.

Ada beberapa cara mencegah perangkat digital terkena malware. Terutama pengguna harus membaca referensi (review + syarat dan ketentuan) sebelum mengunduh aplikasi. Jangan unduh dan instal aplikasi, dari sumber tidak resmi atau tidak bisa dipercaya.

“Teman-teman harus membaca End User License Agreement (EULA), dokumen kontrak dari pengembang aplikasi yang berisi tentang kondisi yang akan terjadi saat kita mengunduh aplikasi. Izin akses berupa penggunaan kamera, galeri, kontak, dan lain sebagainya. Pastikan memberikan izin sesuai keperluan untuk meminimalisasi risiko kebocoran data pribadi,” kata Anandito.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta pengguna menggunakan media sosial.

Dapat dikatakan pengguna internet mencapai 61,8% dari total populasi Indonesia.

Menurut Survei Literasi Digital di Indonesia pada tahun 2021, Indeks atau skor Literasi Digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori Sedang.

Sebagai tanggapan untuk perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat yang ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Baca Juga: Tata Krama Internet, Mawas Diri Dalam Menerapkan Etika Digital

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi budaya digital terkait antara lain Korwil Mafindo Malang, Manajer Program DCG Indonesia, Anandito Birowo. Kemudian Anggota RTIK Kota Surabaya, William S. Mendrofa, serta mengundang Key Opinion Leader (KOL) yang juga seorang public figure, Enno Lerian.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi.

Penafian:
Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan total isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Spyware dan Virus