Windows 10 dan 11 Ada di 1,4 Miliar Perangkat, Mulai

Siapa yang tak kenal Windows? Sistem operasi besutan Microsoft ini masih menjadi sistem operasi terkemuka untuk komputer desktop. Namun, tahukah Anda sejarah balik kesuksesan Windows, mulai dari Windows 1.0 hingga Windows 10 dan Windows 11?

Menurut data Microsoft, Windows 10 dan Windows 11 saat ini terpasang pada 1,4 miliar perangkat aktif di seluruh dunia. Angka tersebut meningkat sekitar 100 juta dari jumlah perangkat yang dipasangi sistem operasi Windows 10 pada bulan April 2021.

Dominasi Microsoft Windows sebagai sistem operasi desktop juga memiliki penguasaan pasar global. menurut Statista.com, pangsa pasar Windows, termasuk Windows 10 dan Windows 11, mencapai 73,72% sampai bulan Desember 2021. Sementara MacOS milik Apple berada di posisi kedua dengan pangsa pasar sebesar 15,33%. Di tempat ketiga ada Linux dengan pangsa pasar yang relatif kecil tapi stabil, yaitu 2.09%.

Sementara menurut catatan StatCounter, hingga April 2022, pangsa pasar komputer desktop dan laptop berbasis Windows mencapai sekitar 75%.

Windows sempat “digoyang” oleh sistem operasi Android pada tahun 2014. Saat itu, pasar Windows tergerus besar-besaran bahkan jumlah perangkat Windows yang terjual tidak sampai 25% dari perangkat Android.

Selain itu nama Windows juga disematkan Microsoft pada sistem operasi server. Statista.com mencatat, pada tahun 2019, sistem operasi Windows Server digunakan oleh 72,1% server di seluruh dunia. Sedangkan Linux menduduki posisi kedua dengan proporsi 13,6%.

apel saingi

Sejarah Windows dimulai pada tahun 1981 ketika Microsoft mulai mengerjakan sebuah program yang diberi nama kode “Interface Manager”. Program ini diumumkan pada November 1983 (setelah Apple Lisa, tetapi sebelum Macintosh) dengan nama “Windows”. Namun Windows 1.0 baru dirilis pada November 1985.

Dikembangkan untuk menyaingi sistem operasi Apple, Windows 1.0 yang dihadirkan Microsoft bukan sebagai sebuah paket sistem operasi yang lengkap. Namun program ini merupakan DOS Shell untuk DOS 6 yang memungkinkan penggunaan perangkat lunak MS-DOS dan program berbasis grafis yang dirancang untuk Windows.

Versi awal Windows dikembangkan untuk menjawab minat pasar terhadap GUI yang sedang meningkat pesat saat itu. Selain itu Windows 1.0 juga dijadikan “senjata” oleh Microsoft untuk menyaingi sistem operasi Apple Macintosh yang sudah menerapkan GUI dan laris penjualannya.

Oh ya, tahukah Anda mengapa Microsoft kala itu memilih kata “windows” untuk sistem operasi ini? Nama Windows ini diberitahukan dari kelatahan karyawan Microsoft yang menyebut nama aplikasi tersebut sebagai Program Windows (Jendela Program).

Sumber lain menyebutkan bahwa nama “Windows” dipilih para pendiri Microsoft, Bill Gates, karena “jendela” atau window adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan “jendela” komputasi yang melandasi sistem operasi baru ini.

Windows di Era 1980an

Windows 1.0 memiliki sedikit dampak dengan platform terbaru dalam serinya. Beberapa program dan aksesoris di Windows 1.0 ini tetap menjadi bagian dari versi-versi yang masih beredar saat ini, seperti MS Paint, Calculator, Notepad, dan Control Panel. Bahkan Microsoft menyertakan sebuah game bernama Reversi di versi 1.0 ini.

Masih di era 1980an, Microsoft merilis Windows 2.0. Tidak terlihat jauh berbeda dari versi sebelumnya, Windows 2.0 merupakan platform pertama seri Windows yang menampilkan jendela yang tumpang tindih (overlapping windows). Selain itu, sistem operasi ini memiliki kemampuan multitasking yang lebih baik berkat perluasan kemampuan manajemen memori.

Kehadiran Windows 2.0 tampaknya memantik harga Apple karena Microsoft dianggap telah menjiplak platform Macintosh. Tak tinggal diam, Apple pun mengajukan gugatan pelanggaran hak cipta terhadap Microsoft. Kasus itu berakhir pada tahun 1994 dengan Apple kehilangan sebagian besar klaim.

Windows di Era 1990an

Microsoft memulai tahun 90-an dengan merilis Windows 3.0 pada tahun 1990. Versi ketiga dari seri Windows ini merupakan versi pertama yang menampilkan ikon software dan file. Platform ini dapat menangani lebih banyak perangkat lunak secara bersamaan berkat diperkenalkannya memori virtual.

Pengguna Windows juga dapat memainkan game, seperti Solitaire dan Minesweeper, untuk pertama kali Kalinya di Windows 3.0 dan 3.1 ini. Dengan berbagai peningkatan yang disematkan, versi 3.0 saat itu menjadi sistem operasi Windows pertama yang penjualannya melebihi satu juta kopi.

Windows 95, 98, dan Milenium

Windows 95 masih termasuk era 90an tapi ada yang istimewa di versi ini. Rilis Windows 95 adalah momen penting dalam sejarah PC karena versi ini menjadi platform pertama Windows yang tidak berada di bawah DOS. Windows 95 merupakan peletak sebagian besar fondasi Windows yang kita kenal hari ini, tapi juga mematikan MS-DOS.

Salah satu fitur baru pada Windows 95 yang dianggap revolusioner saat itu adalah menu Start.

Menu itu membuat semua perangkat lunak yang diinstalasi di komputer jauh lebih mudah diakses daripada sebelumnya. Untuk pertama kali Kalinya, pengguna dapat menemukan dan membuka sebagian besar perangkat lunak dari menu yang nyaman.

fitur baru yang mengundang pujian adalah taskbar yang juga menyertakan tombol Start. fitur itu memungkinkan pengguna melakukan banyak tugas dengan mengeklik tombol jendela persegi panjang. Fitur ini juga memasukkan system tray clock dan notifikasi area seperti yang kita temukan pada platform Windows terbaru.

Microsoft kemudian merilis Windows 98 dan Millenium pada tahun 1998 dan 2000. Pada dasarnya, kedua versi ini mengubah versi Windows 95 yang hampir sama dalam hal desain antarmuka. Windows 98 hadir dengan software dan aksesoris baru, seperti Internet Explorer, Windows Media Player, dan Windows Address Book.

Sementara Millennium sebenarnya lebih seperti edisi upgrade dari Windows 98. Namun, System Restore adalah salah satu fitur penting yang diperkenalkan kepada pengguna. Dengan utilitas, pengguna dapat mengubah sistem dengan memutar Windows kembali (roll back) ke titik pemulihan pertama.

Windows XP

Windows XP tersedia secara umum untuk pengguna pada tahun 2001. Pada XP, Microsoft merombak sepenuhnya desain antarmuka pengguna Windows sehingga tampilannya benar-benar berbeda dari versi pendahulunya.

Dengan perubahan desain ini, lenyaplah “hari-hari kelabu” Windows 95, 98, dan Milenium. Windows XP menampilkan menu Start, taskbar, dan title bar warna biru muda. Perubahan visual ini disambut baik oleh para pengguna Windows dan disebut pengamat meningkatkan daya tarik estetika Windows.

Beberapa fitur baru diperkenalkan Microsoft melalui Windows XP. Misalnya, utilitas Windows Explorer untuk pertama kali memasukkan thumbnail, CD burner, dan task pane. XP juga menjadi seri pertama yang memiliki mode program. Edisi XP Professional memiliki aplikasi Remote Desktop baru untuk menghubungkan PC dari jarak jauh. Pembaruan Windows secara otomatis juga merupakan hal baru lainnya yang diusung oleh XP.

Windows Vista

Habis XP terbitlah Windows Vista. Salah satu yang menonjol pada Vista adalah antarmuka baru, Windows Aero (akronim dari Authentic, Energetic, Reflective, and Open). Dengan Aero, pengguna Windows dapat menikmati efek transparan pada tepian jendela setiap perangkat lunak yang dibuka. Vista juga menyediakan Flip 3D task switcher dan fitur-fitur ciamik lainnya.

Vista juga mengusung User Account Control, yang sampai sekarang masih ditemui versi Windows terbaru. fitur ini memungkinkan pengguna menyetujui atau melarang program melakukan perubahan.

Namun sayang, produk yang dirilis tahun 2006 ini ternyata mengecewakan bagi sebagian pengguna Windows, di antaranya karena kinerja yang lemot dan banyak perangkat lunak yang tidak kompatibel dengan Vista.

Windows 7

Pada tahun 2009, Microsoft merilis Windows 7. Para pengamat menilai ini sebuah langkah yang tepat setelah kegagalan Vista. Windows 7 mengatasi banyak masalah kinerja para versi pendahulunya. Versi 7 ini disebut sebagai penyempurnaan Vista untuk menjadi lebih cepat, lebih seimbang, dan lebih stabil.

Windows 7 menampilkan taskbar berupa ikon persegi yang lebih kecil ikon persegi panjang untuk perangkat lunak yang diperkecil. Versi ini juga mengusung untuk pertama kali taskbar yang menyertakan menu Jump Lists untuk ikon yang menyediakan akses lebih cepat ke file yang baru dibuka. Microsoft juga memperluas pratinjau thumbnail dari taskbar untuk menampilkan beberapa jendela dari perangkat lunak yang sama.

Windows 8 dan 8.1

Dengan komputasi seluler/mobile, Microsoft Windows 8 sebagai sistem operasi yang lebih dikembangkan untuk layar sentuh dibandingkan pendahulunya. Versi ini memiliki desain Metro UI baru sehingga tampilannya terlihat lebih modern.

Windows 8 mengganti menu Start dengan Metro Start Screen yang menyertakan tile yang dapat disesuaikan untuk membuka perangkat lunak. Melalui Windows 8, Microsoft juga memperkenalkan Windows Store sebagai “toko aplikasi” tempat pengguna mengunduh aplikasi.

Sayangnya, misi ini justru tertarik pada sebagian pengguna. Windows 8 bukan pilihan yang ideal bagi pengguna PC versi lama yang ingin meningkatkan kemampuan perangkatnya karena fitur layar sentuh tidak akan berguna.

Windows 8 juga dianggap terlalu berbeda dari pendahulunya sehingga agak mencengangkan sebagian pengguna. Microsoft kemudian tekan tombol Mulai pada Windows 8.1, itu tidak cukup untuk membuat lebih banyak pengguna untuk meng-upgrade perangkatnya ke versi ini.

Baca juga: Windows 10 Anda Belum Update Terbaru? Begini Cara Update Windows 10

Windows 10

Diluncurkan pada tahun 2015, Windows 10, oleh salah satu pengembang di Microsoft dikatakan akan menjadi versi terakhir dari Windows. Ternyata makna “terakhir” di sini bukan seperti yang kita lihat. Microsoft memang mengambil pendekatan berbasis layanan yang berbeda untuk Windows 10 dengan merilis dua tahunan setiap tahun untuk penambahan fitur-fitur pada platform tersebut.

Sistem operasi ini lebih fokus pada PC desktop dibandingkan pendahulunya. Pembaruan yang dapat ditemukan pengguna di sini, antara lain, desain ulang sepenuhnya menu Mulai dengan mengusung pintasan ubin aplikasi terintegrasi.

Dan dengan Windows 10, untuk pertama kalinya, pengguna dapat mengatur beberapa desktop virtual sehingga dapat mengurangi keruwetan taskbar.

Selain itu Microsoft untuk pertama kalinya membenamkan aplikasi asisten virtual Cortana di Windows. Pembaruan selanjutnya dari Windows 10 menambahkan fitur timeline, clipboard history, dan dark mode.

Untuk lebih menarik minat pengguna, Microsoft merilis Windows 10 dengan penawaran upgrade gratis selama satu tahun. Upaya ini cukup menghasilkan karena Windows 10 melampaui angka satu miliar untuk jumlah perangkat yang memasang versi ini. Dikutip dari makeuseof.com, Windows 10 adalah platform Windows terbesar dari sisi basis pengguna.

Baca juga: Ingin Mengembalikan Windows 10 ke Awal? Ini Cara Reset Windows 10

Jendela 11

Kehadiran Windows 11 pada bulan Oktober tahun 2021 cukup mengejutkan, terutama bagi pengguna yang tidak percaya bahwa Windows 10 adalah versi terakhir dari Windows.

Versi terbaru Windows ini utamanya mengusung sebuah desain ulang dari sisi visual. Windows 11 memiliki ikon taskbar, sudut jendela bundar, dan menu konteks bergaya baru. Windows 11 menyertakan File Explorer dengan antarmuka baru pada bilah perintah. Sistem operasi terbaru ini juga mempertontonkan desain baru pada Settings dan Microsoft Store.

Lebih dari yang bersifat kosmetik, Windows 11 menampilkan fitur-fitur baru, tombol Widget taskbar yang menghidupkan kembali fitur desktop gadget tapi dalam format yang lebih terbatas. fitur ini pertama kali diperkenalkan oleh Windows Vista.

Fitur menarik lainnya adalah Snap Layouts. Penambahan fitur ini akan memungkinkan pengguna memilih layout (tata letak/susunan) window (jendela) yang berbeda.

Pasang surut yang telah dialami Windows selama beberapa dekade. Namun sejak pertengahan 1990-an hingga saat ini, sistem operasi ini diakui masih merajai platform desktop. Windows masih menguasai 75 persen pangsa pasar sistem operasi desktop.

Dan rilis Windows 11 tahun lalu komitmen Microsoft untuk terus memperluas sistem operasi andalannya yang sudah mencapai usia 37 tahun sejak peluncuran versi perdana Windows.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


KONTEN YANG DIPROMOSI


Video Pilihan

Komputasi Seluler